Masih Ada Tuhan, Bunuh Diri? No Way!!!

Posted on Februari 14th, 2011 in Tak Berkategori by ongbudi

Albert Tanoni menulis lagu yang sangat menyentuh. “Masih ada Tuhan, masih ada harapan…”, salah satu bait dalam lagu tersebut. Maraknya kasus bunuh diri belakangan ini menunjukkan bahwa beberapa orang merasa sudah tidak ada harapan… atau dengan kata lain, baginya sudah tidak ada Tuhan.

Selama masih ada Tuhan, masih ada harapan. Salomo menggunakan cincin yang bertuliskan,”Ini pun akan berakhir.” Untuk setiap masalah dan cobaan, pasti ada akhirnya, itulah hikmat yang ditemukannya dalam menyelidiki kehidupan. Bilamana ada problem yang sepertinya terlampau berat untuk dipecahkan, dia akan memandang cincin tersebut.. Ini pun akan berlalu juga. Amsal berkata,”For surely there is an end;” Untuk segala sesuatu pasti ada akhirnya.

Sewaktu menjaga bayi kami, saya ingat kami selalu bergantian menjaga. Jadwalnya, sepulang dari kantor sampai jam 12 malam, saya akan menjaga bayi saya. Kemudian istri saya akan melanjutkan dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi. Kemudian jam enam pagi sampai jam 7 dia istirahat sebentar dan sepanjang hari menjaga dia sampai saya pulang kantor. Pada bulan ke-tiga saat kami sudah merasa tidak mampu lagi dan sepertinya akan menyerah karena kelelahan dan meminta bantuan dari saudara istri…. Ternyata pada saat kami kehabisan tenaga, saat itu juga anakku secara tiba-tiba memiliki jadwal tidur yang teratur. Jadi jam 10 malam dia tertidur dan sampai jam 6 pagi baru dia bangun dari tidurnya. Memang malam terpekat adalah saat menjelang fajar. Saat terberat adalah detik-detik saat menanti fajar merekah membuka harapan baru.

Selama masih ada nafas di hidup kita, masih ada harapan. Pengkhotbah berkata, ”Harapan hanya ada bagi yang hidup. “Lebih baik menjadi anjing yang hidup daripada menjadi singa yang mati!”

Mengapa orang memilih jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya? Karena mereka tidak mengetahui bahwa segala hal dapat dicapai dengan melalui proses. Tidak ada cara instan untuk mencapai hasil yang terbaik. Untuk menguraikan keruwetan dalam hidup seperti orang-orang yang terjerat dalam hutang, maka diuraikan satu demi satu tali-tali yang mengikat, yaitu kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah berakar di dalam kehidupan. (Baca Tulisan: Managing “Nikah” Process)

“Selama masih ada nafasnya, saya akan berjuang sekuat tenaga?”, ini yang dikatakan dokter Jajang sewaktu menjaga bayi yang lahir dengan kelainan jantung. Tidak ada kata menyerah, seperti kata Salomo,”Untuk segala sesuatu PASTI ada akhirnya…”

Jadi sekali lagi, tidak ada kata menyerah. Menyerah adalah tindakan terburu-buru. Bertahan, kuatkan hati, motivasi diri sendiri dan jalani proses. Selama masih ada Tuhan, selalu ada harapan. Bunuh diri, No Way!!!

Salam Hikmat, Bijaksana Dalam Bertindak

Ong Budi Setiawan

Lirik Lagu, Masih Ada Tuhan

Gelapkah jalan di hidupmu
Telah putus harapan
Dengan semua kekuatanmu
Kau tak mampu mengubah sendiri

Namun masih ada kuasa tak terbatas
Yang masih sanggup mengubahkanmu

Masih ada Tuhan
Masih ada kuasa tak terbatas
Dia pencipta semesta
Dia juga sanggup mengubah hidupmu s’karang
Masih ada Tuhan
Masih ada jawaban

Setiap dari kita pasti pernah di tolong Tuhan dalam hidup ini
Saat ini apapun persoalan yang kita hadapi
Dia Tuhan masih tetap sama
Dan selalu siap untuk menolong kita

Masih ada harapan
Masih ada jawaban
Dia masih sanggup
Dia masih mampu
Dia masih Tuhan
Dia masih Tuhan
Masih ada Yesus

Masih ada Tuhan
Masih ada kuasa tak terbatas
Dia pencipta semesta
Dia juga sanggup mengubah hidupmu s’karang
Masih ada Tuhan
Masih ada jawaban

Cinta Mati!

Posted on Oktober 7th, 2009 in Pernikahan by ongbudi

Selagi menemani istri menonton “Masihkah Kau Mencintaiku?” di RCTI, tiba-tiba istriku berbalik dari TV dan menatap saya, seraya menanyakan satu pertanyaan,”Masihkah kau mencintaiku?” Cukup kaget juga mendengar pertanyaannya, dengan gaya serius saya menjawab,”Kamu itu ’cinta matiku’, tidak akan pernah berpaling ke lain hati.” Seperti syair lagunya Mulan Jameela,”Cinta Mati”, “Cinta mati harus dijaga sampai mati. Jangan sampai ke lain hati.” Cinta berbicara tentang komitmen, komitmennya adalah ”sampai maut memisahkan kita”. Hanya kematian yang dapat memisahkan, mungkin itu artinya cinta mati.

Satu lagi, setelah menanyakan pertanyaan tersebut dia berkata,”Saya tidak akan menangis kalau kamu meninggal duluan.” Wah, apa artinya ini? ”Karena saya telah berbuat yang terbaik dalam melayani suami selama hidupnya, dan tidak menyesal karena belum berbuat yang terbaik.” Kebanyakan istri-istri menangisi suaminya yang meninggal karena merasa bersalah tidak melayaninya dengan sepenuh hati selama hidupnya.”

Wanita dan pria memang diciptakan berbeda, wanita cenderung menggunakan perasaannya sedangkan pria cenderung menggunakan logikanya. Jadi harus bagaimana? Terima apa adanya! Saya mulai bicara,”Untung ada yang mau sama saya, orang bilang wajah saya sadis.” Istri saya menimpali,”Untung juga ada yang mau terima saya, orang tua saya bilang mana ada yang berani dekati saya karena galak.” Jadi saya dan istri sama-sama untung, hubungan mutualisme. Saya terima dia apa adanya dan dia terima saya apa adanya. Amsal berkata,”Orang yang mendapat seorang istri mendapat sesuatu yang baik. Istri adalah berkat yang diberikan TUHAN kepadanya.” Berkat dari Tuhan memang yang terbaik, tetapi seperti halnya berkat-berkat yang lain, jika tidak ditangani dengan baik, malah akan menyusahkan kita. Contohnya berkat kekayaan, jika tidak dikelola dengan baik, malah menghancurkan pribadi seseorang. Hubungan dengan istri atau suami (bagi seorang istri) memang harus dijaga dan dipelihara.

Bagaimana menjaga dan memelihara hubungan? Amsal memulainya dengan kata-kata ini,”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Andreas Sustono menanyakan ini dalam suatu seminar, ”Apakah bisa tertarik lagi dengan lawan jenis?” Salah seorang bapak menjawab dengan mantap,”Bisa.” Memang bisa, karena bila hati tidak dijaga dengan segala kewaspadaan, maka bisa saja tertarik. Memang manusia diciptakan dengan panca indera yang memungkinkan untuk saling tertarik atau kagum. Jadi wajar-wajar saja kalau tertarik dengan seseorang yang memiliki kelebihan tertentu. Ini sebatas dalam rasa kagum yang wajar, setelah itu…. biarkan rasa kagum itu mati dengan sendirinya, waktu akan memadamkannya. Cinta atau ketertarikan yang dilandaskan emosi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berlalunya waktu. Kesalahannya adalah memelihara rasa kagum itu dengan main api, jalan bareng dlsb. Amsal berkata,”Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti: jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis.” Hati-hati berhubungan dengan lawan jenis karena kita tidak tahu apa akhirnya.Waspadalah!

Langkah kedua adalah saling menyesuaikan, Amsal berkata,” Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Saya ingat pertama kali menikah, sebagai mantan bujangan baru, saya tidak terlalu peduli dengan kerapian, saya menaruh barang di mana saja. Sedangkan istri seorang yang tinggal di kost-kost-an sangat peduli kerapian, karena akan menghabiskan banyak waktu untuk merapikan kamar kost yang berantakan. Jadi pada awal pernikahan selalu ada pertengkaran mengenai hal ini. Seiring berjalannya waktu, saya belajar untuk menaruh barang pada tempatnya dan istri saya belajar untuk menerima kebiasaan saya ini salah satunya dengan memberikan satu gudang di samping rumah yang tidak akan dikomentari apapun oleh dia. Jadi masing-masing menyesuaikan diri, seperti besi menajamkan besi, gesekan yang timbul menyempurnakan keduanya, suami-istri disempurnakan dalam sebuah rumah tangga. Seperti yang pernah saya katakan, ”Pernikahan adalah pintu gerbang untuk menempuh kedewasaan sesungguhnya.”

Oke, sampai di sini dulu. Sebagai penutup, istriku menciptakan lagu… mengambil irama dari Naif. Dalam lagu“Posesif”: “Cinta matiku….. Namanya Budi…”  Amien.

(Ong Budi Setiawan - KlubAmsal.com)

The Best Thing In Life Is Free Or Nearly Free

Posted on Agustus 30th, 2009 in Bisnis by ongbudi

Hari ini ulang tahunku yang ke-38, hari ini juga motor pesananku diantar ke rumah. Setelah 15 tahun menemaniku, saatnya motor Honda Astrea Grand-ku pensiun. Bagaimana caranya dapat hadiah ulang tahun sepeda motor for free (gratis)? Perusahaan tempatku bekerja diakuisisi oleh salah satu produsen PC terbesar di dunia. Jadi untuk memudahkan proses, mereka memberhentikan seluruh karyawan dan kemudian menerima kembali sebagai karyawan baru. Berita baiknya, semua karyawan dapat pesangon.

Nah, satu pengalaman lagi, sehabis menikah saya mendapatkah hadiah pernikahan berbulan madu di Amerika secara nearly free (hampir-hampir gratis), karena saya harus membayar tiket pesawat untuk istri, walau semua biaya ditanggung setelah sampai di sana. Ini dalam rangka training orientasi kerja di perusahaan yang baru. Jadi mengapa bisa nearly free?

Mari kita bahas melalui hikmat Salomo. Salomo berkata,”Taburkanlah benih pada pagi hari dan jangan bermalas-malas pada sore hari karena engkau tidak tahu mana yang akan memberikan hasil, mungkin juga keduanya.”

Langkah pertama adalah:

1. Invest for yourself.

Berinvestasi untuk diri sendiri. Jadilah seorang yang ahli dalam bidang yang dipilih. Saya ingat sewaktu masih kuliah, saya memberikan les-lesan yang uangnya saya gunakan untuk les komputer. Selalu sediakan dana untuk pengembangan diri (benih). Salah satu buku menyatakannya sebagai memiliki ‘pengetahuan jenuh’ atau dengan mudahnya menjadi ’spesialis’ di bidangnya. Dokter spesialis dibayar lebih mahal daripada dokter umum.

Kemudian langkah lain yang perlu dilakukan:

2. Berani Berubah, karena yang terbaik masih akan datang. Thomas Alfa Edison pernah berkata, “… selalu temukan cara untuk membuatnya lebih baik.” Perubahan dalam hal apa? Tidak usah terlalu ekstrim, mulai berubah dalam tiga hal ini:

- bangun lebih pagi

- berjalan lebih cepat

- berdoa lebih banyak

Mengapa begitu mudah langkah untuk berubah? Ternyata yang paling penting adalah habit atau kebiasaan untuk berubah. Keunggulan hari ini akan menjadi hal biasa di masa depan.

Oke, sampai di sini dulu. Seorang bijak pernah berkata,” Kalau ingin menikmati hidup yang lunak dan mapan di hari tua, bekerja keras dan menabunglah sejak masa muda”. Selamat menikmati yang terbaik dalam hidup ini secara gratis.

Honda Vario CBS

Honda Vario CBS

(OBS)

Habis Sepah Manis Dibuang

Posted on Juli 25th, 2009 in Kehidupan by ongbudi  Tagged

Sewaktu mengerjakan tugas IT Strategic Planning, saya menulis dalam visi saya, ”Pada umur 85 tahun, saya akan mencapai tujuan hidup saya, di mana istri saya masih menggandeng tangan saya di muka umum, ketika anak saya tahu bahwa saya mencintainya dan ketika cucu-cucu saya menganggap bahwa kehidupan lebih baik karena memiliki saya sebagai bagian dari hidup mereka.” Ini adalah visi pencapaian kehidupan dalam bidang keluarga. Sayangnya, saya melihat dan memperhatikan, banyak kakek-kakek yang ‘dibuang’ dari kehidupan keluarganya. Mereka sepertinya ‘disingkirkan’ dari keakraban keluarga. Kadang istri mereka sudah tidak mau berjalan bersama mereka, apalagi menggandeng tangan dengan mesra di muka umum.


Saya mencoba menyelidiki dan melihat ada pola yang sama yang dijalani para kakek yang merana ini. Mereka menyakiti hati istri dan anak-anak mereka sewaktu mereka sedang jaya-jayanya. Ada yang berselingkuh dengan wanita lain, ada yang jarang pulang ke rumah karena mengejar karir, dan ada juga yang terlalu keras dengan keluarga mereka. Sakit hati yang dipendam menimbulkan luka dalam batin yang tidak dapat disembuhkan lewat waktu, malah muncul dalam bentuk penolakan di kala usia lanjut dan si kakek sudah tidak berdaya.


Salomo berkata, ”Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!” Kenapa timbul nasihat ini? ”Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!”

Menuruti keinginan hati dan pandangan mata, itulah yang menyebabkan mereka jatuh dalam kesengsaraan di masa tua.

Jawaban dari Salomo ada dalam kalimat di atas, ”Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu.” Yaitu: VOLUNTARY SIMPLICITY, apa itu? Yaitu secara sukarela memilih kesederhanaan. Bukan karena kekurangan uang, tetapi memang memilih untuk hidup secara simpel. Kehidupan hanya ada satu jalan maju, mengingat atau kembali ke jalan Tuhan setelah usia lanjut, tidak akan mengembalikan hari-hari yang hilang dalam rangka mengejar keinginan mata dan keangkuhan hidup. Pilihan untuk hidup secara simpel, bukan hidup dalam kemiskinan, tetapi memperoleh yang terbaik dalam hidup. Memilki satu istri, satu atau beberapa anak, dan keluarga yang bahagia, apa lagi yang dicari dalam hidup?


Amsal berkata, ” Yang terutama sekali, jagalah hatimu karena hatimu mempengaruhi segala sesuatu dalam hidupmu.” Hati yang harus dijaga, melalui apa? ” Jika mata kalian suci, maka jiwa kalian akan berseri.” Jaga mata agar selalu suci, karena dari mata akan turun ke jiwa. Jiwa akan bersinar karena di isi dengan: ” semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji”. Selalu isi jiwa kita dengan hal-hal di atas,.


Akhirnya, saat usia senja, bergandengan mesra dengan pasangan kita sambil memandang cucu-cucu kita berlari-larian di taman sedang di kiri-kanan berjalan anak dan mantu kita, sambil mendengarkan sharing pengalaman hidup yang telah kita jalani. Semoga visi ini dapat terjadi juga dalam kehidupan Anda. (OBS)

Blood Ocean Strategy – Strategi Lautan Darah

Posted on Juli 11th, 2009 in Bisnis by ongbudi

     Malam tadi dosen IT Strategic Planning kami mengatakan tentang ”Blood Ocean Strategy – Strategi Lautan Darah”. Ini didasarkan atas kesukaannya memainkan game komputer ”Feeding Frenzy”, di mana untuk menjadi besar, seekor ikan kecil harus memakan beberapa ikan kecil yang lain, setelah sampai level tertentu, dia akan menjadi ikan yang lebih besar, asalkan dia tidak dimakan terlebih dahulu oleh ikan yang lebih besar.

 

     Lebih jelasnya lagi dapat digambarkan lewat perkembangan toko kelontong di perumahan Graha Raya di mana saya tinggal. Di mulai dari beberapa pedagang kecil-kecilan membuka toko di ruko-ruko, kemudian berdirilah Omi mini market, yang kemudian disusul dengan pembukaan gerai  Indomaret yang selalu disusul oleh Alfamart. Total dari ujung Boulevard Graha Raya sampai ke ujung lainnya, sudah berdiri 1 Omi, 3 Indomaret, 3 Alfamart. Apakah selesai sampai di sini acara saling makan-memakannya?

 

     Di sebrang Sport Center Graha Raya, terjadi penggusuran pedagang tanaman hias, dan buldoser meratakan tanah. Ternyata di situ akan didirikan Giant hypermarket.  Lalu bagaimana nasib ikan-ikan kecil (mini market) dalam menghadapi tantangan ini? Memang, tidak ada yang mudah dalam menjalankan bisnis. Amsal berkata, ”Jagalah kepentingan usahamu dengan saksama.” Kita diajar untuk selalu memperhatikan perkembangan bisnis kita di masa depan, dengan kata lain Strategic Planning, perencanaan strategis apa yang perlu dilakukan.

 

     Amsal mengajarkan dalam dua Amsal, yang ditulis dua kali persis sama,mengenai Strategi Planning ini,” Orang yang berhati-hati mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang mungkin harus dihadapinya dan bersiap-siap untuk itu, tetapi orang yang berpikiran picik bertindak sembrono dan menderita akibatnya.” Saran Amsal yang pertama adalah berhati-hati dalam bertindak (strategic) dan bersiap-siap untuk menyambut masa depan (planning). Biasakan untuk selalu bertindak dengan menggunakan dua pendekatan ini, pilih langkah strategis yang telah dilandaskan oleh perencanaan yang matang.

 

     Saran Kedua dari Amsal adalah,” Orang bijaksana suka menyimpan untuk masa depan, tetapi orang bodoh menghabiskan semua yang diperolehnya.” Belajar Hemat tetapi bukan pelit. Hemat adalah menyimpan untuk masa depan, tidak menghabiskan modal atau benih usaha untuk membeli barang-barang mewah. Kami (saya dan istri) bisa menilai apakah seseorang ini businessman yang baik atau tidak dilihat dari cara mereka menggunakan uangnya. Bila mereka rela tinggal di rumah kontrakan, tetapi malah membeli ruko untuk mengembangkan usaha mereka, inilah businessman sejati. Dan satu sifat lagi yang menonjol adalah sifat sosial mereka, mereka tidak segan-segan berpartisipasi dalam gerakan sosial. Amsal berkata,” Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” Universitas Bina Nusantara adalah contoh yang baik dalam hal menyebar harta untuk kemajuan pendidikan. Mereka menyisihkan 20% dari keuntungannya untuk membantu memajukan dunia pendidikan, dan mereka tidak pernah kekurangan mahasiswa baru. (coba lewat jalan Batu Sari sewaktu bubaran mahasiswa)

 

     Saran Ketiga dari Amsal, jika telah melakukan langkah yang salah sehingga  mengalami kesulitan, Amsal berkata, ”Hukuman yang pedih mengusir kejahatan dari dalam hati.” Diperlukan kemurnian hati dalam menjalankan bisnis. Apakah motivasi kita murni untuk melayani pelanggan dan berusaha memberikan layanan yang terbaik atau sebaliknya, hanya untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa mempedulikan pelanggan? Selalu tanamkan dalam pikiran bahwa bisnis adalah pelayanan, saling berlomba dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

 

     Oke, sampai di sini dulu. Blood Ocen Strategy tidak akan menimpa kita, kalau kita sudah merencanakan dengan matang langkah strategis apa yang akan kita ambil di masa depan. Ada saatnya kita meninggalkan bisnis yang memang pasarnya sudah jenuh dan mulai membuka bidang bisnis yang baru, dan kembali ke Blue Ocean Strategy. (OBS)

Satu Kelinci, Tiga Lubang

Posted on Juni 23rd, 2009 in Bisnis by ongbudi

          Sedih mendengar salah satu rekan saya mengalami kemunduran dalam bisnisnya. Sampai-sampai tidak mau terjun lagi dalam bisnis dan berencana untuk bisa bekerja di kota lain. Memang Amsal berkata,” Kekayaan cepat lenyap dan mahkota raja tidak selamanya menjadi milik keluarganya. Karena itu, jagalah kepentingan usahamu dengan saksama.

Kita diajar untuk menjaga kepentingan usaha kita dengan saksama, dengan teliti dan cermat.

Feng Huan seorang penasehat perdana menteri dari Cina pernah berkata, ”Seekor kelinci cerdik mempunyai tiga lubang untuk bertahan hidup.” Ide Feng Huan adalah orang harus mempersiapkan diri untuk masa sulit ketika keberuntungan sedang berpihak kepada mereka.

Versi Amsal mengatakannya seperti ini,” Ada empat binatang yang kecil, tetapi luar biasa bijaksananya…… Pelanduk batu: binatang kecil yang lemah, yang mencari perlindungan di antara batu-batu.”  Pelanduk atau kelinci yang cerdik tidak hanya memiliki satu lubang untuk berlari dari pemangsa-nya, tetapi mempunyai dua lubang lain untuk dia dapat bertahan hidup.

 

          Teknik pengembangan bisnis seharusnya mengikuti kebijaksanaan ini. Buat tiga lobang untuk bertahan di masa sulit. Kecenderungan pebisnis adalah fokus untuk memajukan satu bisnisnya sampai seluruh sumber daya dicurahkan untuk memajukan bisnis tersebut, tanpa pernah memikirkan diversifikasi (pengembangan jalur bisnis baru). Memang untuk saat pertama kali memulai bisnis, semua kemampuan digunakan untuk mengembangkan core bisnis (bisnis utama) kita. Tetapi setelah bisnis sudah berkembang, saatnya untuk melakukan diversifikas. Biasanya ini berhubungan dengan core bisnis yang telah dikembangkan. Contohnya untuk bisnis pabrik mie instant, pengembangannya adalah dengan membangun pabrik bahan bakunya yaitu pabrik terigu. Seperti sering dikatakan oleh pialang saham, ”Jangan pernah menaruh seluruh telur dalam satu keranjang.” Memang perkembangan bisnis tidak akan begitu melesat kalau kita melakukan diversifikasi, karena sebagian sumber daya diarahkan ke bidang yang lain, tetapi ini  akan membuat bumper di saat bisnis mengalami kemunduran.

 

          Persaingan bisnis saat ini memang semakin ketat. Pembukaan mini market di setiap perumahan dan di dekat pasar, salah satu contohnya membuat seorang pedagang harus memutar otaknya dan bergerak dalam bisnis yang lebih spesifik. Papa saya mengalami juga ketatnya persaingan ini. Tapi karena fokus barang yang dijual adalah spesifik yaitu ikan asin, dia tidak merasa tersaingi oleh mini market tersebut. Juga Mertua saya, di depan pasarnya berdiri mini market, karena tahu bahwa tidak ada gunanya bersaing dengan mini market, maka dia memfokuskan pada penjualan bahan-bahan kue, serta konsultasi gratis cara pembuatan kue. Bayangkan satu kampung Wonorejo membeli bahan-bahan untuk membuat kue dari dia, peluang bisnis yang sangat bagus.

 

          Sebenarnya tidak ada persaingan dalam bisnis, (lihat tulisan saya ”The Sky is The Limit” – Blue Ocean Strategy), yang ada adalah pencarian peluang untuk memperbaiki service (pelayanan) kita. Buat pelanggan merasa terlayani dengan baik.  Dr. Deming mengajarkan bagaimana meningkatkan kualitas dalam service yang kita berikan. Empat langkah Deming yang dilakukan secara terus menerus dalam suatu putaran, akan meningkatkan kualitas pelayanan kita. Empat Langkah Deming:

  1. PLAN : rencanakan, apa yang harus dikerjakan, kapan, dan siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana itu harus dikerjakana serta menggunakan apa?
  2. DO : Kerjakan, implementasikan apa yang telah direncanakan.
  3. CHECK : Lakukan penilaian, apakah aktivitas yang dilakukan telah mencapai hasil yang diharapkan.
  4. ACT : Perbaiki perencanaan berdasarkan informasi yang didapat dalam pengecekan.

Ulangi empat langkah di atas, sampai didapatkan standard pelayanan yang diharapkan.

 

         Seperti kelinci yang cerdik, kami memulai satu lubang aman kami dengan saya bekerja di perusahaan IT Outsourcing. Kemudian kami mulai menggali lubang aman kedua kami dengan mendirikan TK Happy Holy Kids di Graha Raya. Lubang aman ketiga, kami coba gali toko ATK ”BJM Jaya” tetapi harus tutup karena masalah sewa tempat. Jadi sekarang kami sedang mempersiapkan diri untuk menggali lubang aman kami yang ke-tiga.

Oke, selamat berjuang dalam bisnis dan jadilah kelinci yang cerdik. (OBS)

….Takkan Kekurangan Waktu

Posted on Juni 4th, 2009 in Waktu by ongbudi  Tagged

priority

     Dalam setiap upacara penguburan yang saya lihat di film Barat, pendetanya akan membacakan satu kalimat,” The LORD is my shepherd; I shall not want. ”. Dalam bahasa Indonesianya,”Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku.” Dan saya buat lebih spesifik lagi, ”… takkan kekurangan waktu.”  Memang seorang yang sudah meninggal tidak akan kekurangan apa-apa lagi, termasuk kekurangan waktu. Sudah ”Game Over”, ini yang saya jawab ke JJ untuk menjelaskan apa itu mati ke dalam pikiran kecilnya.

 

          Tetapi dalam kehidupan sebenarnya, kita hampir tiap hari merasa kehabisan waktu. Ada saja yang deadline yang harus dikejar. Jadi bagaimana seharusnya cara pandang kita terhadap waktu? Amsal berkata,”Bekerja keras mendatangkan kemakmuran; menyia-nyiakan waktu mendatangkan kemiskinan.” Ternyata penggunaan waktu sekarang, menentukan bagaimana masa depan yang akan kita jalani nantinya. Penggunaan waktu yang tepat akan mendatangkan kemakmuran, yaitu terpenuhinya semua kebutuhan hidup.

 

         Mari kita bahas 3 cara penggunaan waktu yang efektif:

 

 

 

1.      

Bertindak Lima Menit.
Pak Sam, Prof. Samuel Tirtamiharja, terkenal dengan jargonnya,”Bermimpi Satu Menit.”, saya memperkenalkan jargon baru,”Bertindak Lima Menit”.  Pernah dengar kata-kata ini, ”Waktu adalah Kekacauan dalam pikiran”. Dalam situasi yang menyenangkan sepertinya waktu begitu cepat berlalu, sedangkan situasi sebaliknya waktu seperti lambat berjalan, walaupun detak jarum jam tidak berubah.

Bertindak lima menit maksudnya adalah memberikan time-frame, batas waktu,  lima menit untuk setiap tindakan yang dilakukan. Latih kebiasaan kita untuk menggunakan waktu lima menit se-efektif mungkin. Caranya dengan memasang alarm count down selama 5 menit. Dan belajar menggunakan waktu sebelum alarm berbunyi untuk mulai  mengerjakan tugas. Lama kelamaan kita akan terbiasa untuk menggunakan waktu secara efektif.

 

 

 

2.       Tentukan Prioritas.
Dalam Palm handheld saya, to do listnya memiliki 5 level prioritas. Penentuan prioritas ini tergantung dari urgency dan impact (ini dari training IT Service Management).

Sesuatu yang penting dan berdampak paling besar, tempat kan pada prioritas 1. Kemudian yang penting tetapi tidak terlalu berdampak banyak, bisa diberi level 2.  Demikian seterusnya. Nah setelah dilakukan pembagian secara prioritas, maka kita masuk ke langkah ketiga.

 

 

 

3.       Prinsip Pareto 20/80
Prinsip Pareto dalam penggunaan waktu adalah dengan memfokuskan pada 20% yaitu pada level 1 saja, dan ini akan mendapatkan hasil 80% dari keseluruhan tugas yang kita selesaikan. Gunakan time-frame 5 menit pada butir pertama untuk mengukur efektivitas penggunaan waktu kita.
Setelah selesai prioritas 1, baru kerjakan yang ada dalam prioritas 2, demikian seterusnya. Kalau semua to-do-list belum dihabiskan tapi kita sudah kehabisan waktu? Rilex saja, yang tersisa itu kan ada dalam skala prioritas yang paling rendah, jadi bisa ditunda di lain waktu.  Dan kita sudah berhasil menyelesaikan 80%++ dari tugas kita.

 

Oke, sampai di sini dulu, selamat menikmati kemakmuran dengan penggunaan waktu yang efektif. (OBS)

 

 

Money Matters! Uang itu Penting!

Posted on Mei 18th, 2009 in Uang by ongbudi  Tagged

          Istri saya suka mengatakan pepatah ini, ”Uang adalah segala-galanya!”. Kedengarannya cukup materialistis. Tapi kalau ditelusuri lebih lanjut, memang hampir kenyataannya seperti ini.

Abraham Maslow dalam teori-nya yang terkenal,  Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan), membagi hirarki kebutuhan manusia sbb:

   1. Kebutuhan fisiologis/ dasar

   2. Kebutuhan akan rasa aman dan tentram

   3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi

   4. Kebutuhan untuk dihargai

   5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri

Dan memang sepertinya, semua kebutuhan dalam piramida Maslow  bisa dibeli dengan uang. 

 

          Dan survei yang lebih mengejutkan yang dilakukan oleh James Patterson dan Peter Kim, ”The Day America Told The Truth”, menggambarkan dengan gamblang cara pandang masyarakat Amerika terhadap uang.  (Ini memang dilakukan di Amerika tapi memberikan gambaran bahwa orang mau melakukan apapun demi uang.) Dalam survei ini ditanyakan apa yang rela dilakukan demi uang US$ 10 juta. Mereka bersedia….

  • Meninggalkan seluruh keluarga (25 persen)
  • Menjadi pelacur selama satu minggu atau lebih (23 persen)
  • Melepaskan kewarganegaran Amerika (16 persen)
  • Meninggalkan pasangan mereka (16 persen)
  • Menahan kesaksian mereka, membiarkan pembunuh bebas (10 persen)
  • Membunuh orang tak dikenal (7 persen)
  • Menyerahkan anak-anak untuk diadopsi orang lain (3 persen)

 

Mereka menyatakan dengan pernyataan mereka bahwa uang di atas segala-galanya…..

Tetapi dengan tidak memiliki uang sama sekali juga membuat orang tidak dapat memenuhi kebutuhannya.

 

          Agur bin Yake dalam doanya mengatakan,”Janganlah memberi aku kemiskinan atau kekayaan! Berilah aku sekadar cukup untuk memenuhi keperluanku!” Mengapa? ” Karena, jika aku menjadi kaya, mungkin aku akan merasa puas tanpa Allah.  Dan jika aku terlalu miskin, mungkin aku akan mencuri, dan dengan  demikian  menghina nama Allah yang kudus.”

Jadi diperlukan penghasilan yang mencukupi dan kemurahan hati untuk memenuhi permintaan ini. Tapi banyak orang gagal untuk mengerti bahwa ada pembagian jangka waktu yang ideal yang seharusnya dijalani dalam pengelolaan keuangan mereka. (baca Today Matters, karangan John C. Maxwell)

 

Kita akan bahas lebih dalam mengenai tahapan-tahapan ini:

1. Tahap Belajar

          Ketika masih muda, fokus kita hendaknya diarahkan kepada menjajaki talenta-talenta kita, menemukan tujuan hidup dan mendalami suatu bidang. Bagi banyak orang, tahapan ini terjadi selama remaja dan usia dua puluhan. Waktu persisnya tidak penting, tetapi yang terpenting adalah dalam tahap ini, belajar merupakan tujuan utama kita dan jangan pernah mengambil jalan pintas demi keuntungan dalam soal keuangan. Sehingga masa ini terlewati tanpa mendapatkan gambaran besar kehidupan kita di masa yang akan datang.

Seorang rekan pernah menanyakan, ”Berapa banyak saya harus menyumbang pembangunan rumah ibadah?” Karena saya melihat dia masih berada dalam tahap pertama, saya ajarkan untuk memberi secukupnya dan kumpulkan uang untuk kuliah di universitas terbaik dan memperoleh gelar sarjananya.

 

 

2. Tahap Meraih

          Kalau tujuan utama kita sudah ditemukan, kita telah mempelajari bidang kita dengan baik dan kita telah melatihnya dengan sempurna, maka diharapkan kita sudah memperoleh nafkah yang baik.  Pilihan profesi jelas berpengaruh terhadap besarnya penghasilan yang didapat. Bagi banyak orang, masa ketika mereka paling efektif meraih uang adalah selama usia tiga puluhan, empat puluhan, dan lima puluhan. Selama tahapan kehidupan ini, hendaknya kita berupaya keras mengurus keluarga kita dan mempersiapkan diri untuk masa depan kita.

 

3. Tahap Mengembalikan

          Seperti contoh di atas, saya mendukung kemurahan hati di tahap belajar maupun di tahap meraih. Menyumbang rumah ibadah atau membantu pendidikan yang tidak mampu dengan menjadi orang tua asuh, semuanya melatih kemurahan hati sejak dini. (tetapi bukan dengan memberi kepada pengemis – silahkan baca postingan yang lalu mengenai hal ini).  Dengan bekerja dan melakukan perencanaan yang baik, saatnya kita memasuki tahap kehidupan yang memuaskan, di mana fokus kita adalah mengembalikan kepada orang lain. Paling sering, ini terjadi ketika orang berusia lima puluhan, enam puluhan, tujuh puluhan dan selebihnya.

 

          Kami (saya dan istri) masih dalam tahap ke dua, yaitu tahap meraih. Kami kembangkan bidang yang kami sudah kuasai dan kami rancang masa depan apa yang akan kami hidupi di masa yang akan datang.  Sedangkan Bill Gates contohnya merupakan orang yang sudah sampai ke dalam tahap ke tiga. Bill Gates pernah menyumbangkan 500 juta dollar kepada yayasan The Global Funds untuk memerangi AIDS, TBC dan Malaria.  

 

          Hendaknya pola peningkatan seperti ini yang dijalani untuk pencapaian pemenuhan kebutuhan ke-5 dari hirarki Maslow yaitu aktualisasi diri. Orang-orang muda akan cenderung untuk cepat-cepat meninggalkan tahapan belajar dan ingin terjun langsung masuk ke tahap selanjutnya. Padahal dengan semakin matang dalam tahap belajar, semakin besar potensi untuk memaksimalkan tahapan-tahapan berikutnya.

Bagaimana kalau saya sudah cukup tua dan kurang meletakkan landasan yang kokoh dalam kehidupan saya?  Jangan putus asa, teruslah belajar dan bertumbuh. Anda masih berpeluang untuk menyelesaikannya dengan baik. Seperti ada kata pepatah,”Bukan langkah pertama yang penting, tetapi langkah yang terakhir.” Jangan pernah menyerah, masih ada masa depan yang cerah di masa depan. (OBS)

 

“Uang tidaklah mengubah manusia, itu hanya membuka topeng mereka. Kalau seseorang itu memang egois, atau sombong, atau tamak, uang hanya menampakkannya; itu saja”.

                                                                                                                                 - Henry Ford

Cinta Bisa Hilang?

Posted on Mei 12th, 2009 in Kasih by ongbudi  Tagged

          “Bukannya aku takut akan kehilangan dirimu…. Tapi aku takut kehilangan cintamu…” Juliette menyerukan jeritan hatinya dalam lagu ini. Kabar buruknya….yang engkau takutkan akan terjadi. Jadi cinta dalam hal ini cinta romantis memang bisa hilang. Mengapa bisa hilang?

          Penelitian yang pernah dilakukan, menyatakan hormon yang mengatur cinta romantis ini (dopamine) cuma bisa bertahan 4 tahun. (National Geographic – True Love), ini menjelaskan mengapa banyak pasangan yang bercerai setelah melewati tahun ke-4 pernikahan mereka. Penjelasan lebih dalam, seperti seorang yang kecanduan, dosisnya akan semakin meningkat, sampai dosis yang tinggi tidak dapat membuat orang ini puas. Ini juga menjadi alasan mengapa pria suka menggoda wanita, karena mereka memerlukan hormon dopamine yang lebih lagi untuk memuaskan kebutuhannya. Raja Salomo (Sulaiman) menuliskan,”…. karena cinta itu kuat seperti maut. Air yang banyak tidak dapat memadamkan kobaran cinta, air bah pun tidak dapat menenggelamkannya.”

          Chrisye, almarhum, pernah menyanyikan satu lagu yang menggambarkan cinta romantis ini dengan gamblang.

                    Disaat kau berjalan dimuka rumahku, Penuh gaya
                    Tersita pandanganku hingga kuterpesona
                    Siapakah dirimu hatipun ingin tahu, Segera

                    Dimanakah rumahmu siapakah namamu, Sebutkanlah
                    Kuingin berkenalan …… terbawa dalam mimpi
                    Diriku dimabuk asmara

                    Hati yang berbunga, Pada pandangan pertama
                    Oh Tuhan tolonglah, Aku cinta aku cinta dia

Bayangkan seperti ini, seorang yang lewat depan rumah, bahkan namanya pun belum tahu, sudah bisa jatuh cinta? Media, melalui roman picisan, film Hollywood, lagu-lagu cengeng, bahkan infotainment menggambarkan cinta yang begitu murahan. Scott Kirby dalam bukunya,”Kencan”, tidak menamakan ini cinta, tetapi ini adalah semacam luapan perasaan terpesona, atau tergila-gila. Tergila-gila atau yang sebelumnya saya namakan cinta romantis, memang akan hilang dengan berjalannya waktu.

 

 

          Jadi bagaimana membedakan cinta sejati dengan cinta romantis (tergila-gila) ini?

 

Pertama, tergila-gila merupakan perasaan belaka, sedangkan cinta sejati melibatkan unsur tanggung jawab. Tergila-gila hanyalah merupakan emosi cinta, yang seperti kita ketahui, emosi bisa berubah-ubah. Sebaliknya, cinta sejati melibatkan pengabdian. Kalau seseorang sedang tergila-gila, yang terpengaruh hanyalah emosi atau perasaannya saja, tetapi cinta sejati bukan hanya ’emosi’ yang terlibat, tetapi juga ’kehendak’.

 

 

Kedua, seseorang jatuh ke dalam hawa nafsu tergila-gila. Sebaliknya, seseorang bertumbuh dalam membina cinta sejati. Seperti lagu di atas, seorang pemuda terpesona melihat penampilan gadis yang lewat di depan rumahnya yang bahkan namanya pun dia tidak tahu…. Memang mudah sekali tergila-gila. Ini merupakan proses biologis, seseorang akan tertarik dengan sesuatu yang mempesona, ’jidat licin’ istilah yang pernah saya dengar di Manado. Tapi jangan menyebut ini cinta, tetapi katakan saja ’tergila-gila’. Begitu mudahnya menempelkan label ’cinta’ ke emosi sesaat ini, membuat arti ’cinta’ menjadi sesuatu yang murahan. Tidak ada cinta pada pandangan pertama, adanya tergila-gila pada pandangan pertama. Cinta kasih sejati adalah sesuatu yang membutuhkan waktu dan pengabdian. Cinta sejati bisa saja tumbuh dari ketertarikan pada pandangan pertama, tetapi seperti yang sudah saya katakan, diperlukan waktu dan pengabdian. (karena ’tergila-gila’ ini akan segera hilang dimakan waktu)

 

 

Ketiga, tergila-gila pada dasarnya mengandung unsur mementingkan diri sendiri, sedangkan cinta kasih sejati pada dasarnya tidak mementingkan diri sendiri. Kesimpulannya: Tergila-gila mengandung keinginan kuat untuk memuaskan perasaan diri sendiri saja dan tidak memikirkan keadaan pihak lain. Istilahnya: jatuh cinta dengan cinta, jadi bukan jatuh cinta dengan seseorang. Orang yang tergila-gila hanya mau menerima, ia tidak mau memberi. Cinta kasih sejati sebaliknya, menaruh perhatian kepada pasangannya bahkan rela berkorban untuk dia.

 

 

Keempat, kasus tergila-gila akan memudar dengan lewatnya waktu atau dengan perpisahan, sedangkan cinta kasih sejati akan bertambah kuat seiring berlalunya waktu dan lewat jalan perpisahan. Kalau suatu perpisahan malah menimbulkan keinginan untuk segera mengembara dan mencari pasangan lain, ini adalah tergila-gila. Cinta kasih sejati sebaliknya, selama masa perpisahan, kasih dan pengabdian pada pasangan akan semakin kuat, bukannya melemah.

 

Jadi kesimpulannya, tergila-gila (cinta romantis) memang bisa hilang, sedangkan cinta kasih sejati tidak akan pernah hilang, karena akan terus bertumbuh. Sampai di sini dulu. Selamat bertumbuh dalam cinta kasih sejati. (OBS)

“Mengapa harus termehek-mehek……?” (Cinta Harus Tangguh!)

Posted on April 24th, 2009 in Tak Berkategori by ongbudi  Tagged

Istriku sangat menyukai acara “Termehek-mehek” di stasion TransTV. Kadang saya menemani dan satu kali kami  berdiskusi tentang satu topik,”Mengapa harus termehek-mehek….?”, “Mengapa harus menangis terisak-isak…?” Hidup adalah suatu pilihan…. Mau menjadi korban atau menjadi pemenang dalam permasalahan yang menghadang.

 

Saya ingat satu lagu country yang dinyanyikan oleh Conway Twitty & Joni Lee yaitu “Don’t Cry Johnny”. Ceritanya bisa menggambarkan salah satu kisah dari “Termehek-mehek”. Lirik-nya seperti di bawah ini:

 

Jimmy please say you’ll wait for me

I’ll grow up someday you’ll see

Saving all my kisses just for you

Signed with love forever true.

 

Joni was the girl who lived next door

I’ve known her I guess ten years or more.

Joni wrote me a note one day.

And this is what she had to say.

 

Jimmy please say you’ll wait for me

I’ll grow up someday you’ll see

Saving all my kisses just for you

Signed with love forever true.

 

Slowly I read her note once more

Then I went over to the house next door

Her tear-drops fell like rain that day

When I told Joni what I had to say.

 

Joni, Joni please don’t cry

You’ll forget me by and by

You’re just fifteen I’m twenty two,

And Joni I just can’t wait for you.

 

Soon I left out little home town,

Got me a job and tried to settle down

But these words kept haunting my memory,

The words that Joni said to me.

 

Jimmy please say you’ll wait for me

I’ll grow up some day you’ll see

Saving all my kisses just for you

Signed with love forever true.

 

I packed my clothes and I caught a plane

I had to see Joni. I had to explain,

How my heart was filled with her memory

And ask my Joni if she marry me

 

I ran all the way to the house next door

But things weren’t like they were before

My tear-drops fell like rain that day

When I heard what Joni had to say.

 

Jimmy, Jimmy please don’t cry

You’ll forget me by and by.

It’s been five years since you’ve been gone

Jimmy, I married your best friend John.

 

Jadi dikisahkan ada seorang bernama Jimmy (pria 22 tahun) yang bertetangga dengan Joni (wanita 15 tahun), mereka sudah saling kenal lebih dari 10 tahun. Suatu ketika Joni menulis surat ke Jimmy, bahwa dia mencintai Jimmy dan memintanya menunggu sampai dia cukup dewasa untuk menikah dengannya. Tetapi Jimmy menjawab bahwa dia tidak dapat menunggu Joni.

 

Beberapa lama kemudian Jimmy meninggalkan kota itu dan berangkat ke kota lain. Tetapi kata-kata Joni terus mengiang di telinga Jimmy hingga akhirnya, setelah 5 tahun, dia memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya.  (Di sini biasanya client-nya Mandala dan Vanda memutuskan untuk mencari sang kekasih dan menghubungi crew Termehek-mehek).

Sesampainya di kotanya, dia langsung berlari ke rumah pujaan hatinya. Tapi… ternyata Joni sudah menikah dengan John, sahabatnya Jimmy. (Ini biasanya ditutup dengan Mandala dan Vanda saling memberikan komentar dan petuah mengenai apa yang telah terjadi)

 

Mari kita bahas mengapa seseorang harus mengalami kepedihan yang sangat mendalam, seperti ditinggal kekasih atau suami/istri,  melalui kacamata Amsal. Serta bagaimana menghindari hal ini agar tidak terjadi dalam hidup kita.

 

Langkah 1. Hadapi Kenyataan

Ada satu lagu yang berkata,”Pahitnya kenyataan, dan tak mampu bertahan…”

Memang kenyataan itu pahit, tetapi seperti pil yang pahit, itu akan memberikan kesembuhan bagi luka di hati. Amsal berkata,” Hukuman yang pedih mengusir kejahatan dari dalam hati.”

Mungkin ada pelanggaran yang tersembunyi di dalam hati dan suatu tragedi akan memunculkannya keluar. Suatu badai akan menyapu habis kotoran-kotoran yang tidak akan terangkat bila hanya hujan rintik-rintik. Tujuan dari semua ini adalah membuat hati kita bersih tanpa ada noda lagi.

 

Langkah 2. Saling Menghargai dan Menghormati

Setiap hubungan yang baik selalu didasari oleh sikap saling menghargai dan saling menghormati. Begitu juga dalam hubungan antara sepasang kekasih dan juga di antara suami istri. Jangan biarkan perasaan ‘sudah akrab’ menghilangkan rasa hormat ini. Seorang cowok yang meminta pasangannya untuk berhubungan sex sebelum menikah menunjukkan sikap tidak menghargai pasangannya. Hubungan yang tanpa didasari saling menghargai tidak layak untuk dilanjutkan.

 

Bagi pasangan suami-istri, sejalan dengan waktu kadang kita kehilangan rasa saling menghormati dan menghargai pasangan. Hormati privasi pasangan kita dan hargai dia baik di depan anak maupun di depan publik.

Amsal berkata,” Tegoran secara terang-terangan lebih baik daripada kasih yang tersembunyi”. Ada satu lagu Dewa  yang  berkata,”Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu…. Meski kau tak’kan pernah tahu.” (Bertepuk sebelah tangan)

Express your love, tunjukkan kasih Anda. Tunjukkan bahwa Anda mencintai pasangan Anda.

Bagi yang berpacaran, memang tidak disarankan untuk bermesra-mesra-an dengan pasangannya. Tetapi pasangan suami-istri hukumnya WAJIB untuk menunjukkan kasihnya dengan pasangannya. Tunjukkan kemesraan yang nyata tiap hari, perlakukan istri dengan lembut, ini salah satu bentuk kita menghargai dan menghormati dia.

 

Langkah 3. Cinta Harus Tangguh! (Love Must Be Tough!)

Jika kedua hal di atas telah dijalani, tetapi tetap salah satu pasangan mengingkari perjanjian. (menyeleweng) Ini saatnya menggunakan senjata yang terakhir “Cinta Harus tangguh”, ini adalah lawan kata dari “Cinta yang termehek-mehek”. Memang ketika pasangan meninggalkan Anda dan pergi dengan yang lain, Anda boleh (dan disarankan) untuk menangis, tetapi tidak harus sampai termehek-mehek.  Saya membagi ke dalam dua kondisi, pertama – untuk yang sedang pacaran, kuatkan hati dan bertindak dengan tangguh dan putuskan hubungan itu segera.

 

Kedua – bagi yang sudah menikah, saya tekankan di sini “Perceraian Bukan Jalan Keluar”.(titik) Tetapi bertindak dengan cinta yang tangguh merupakan tindakan yang tepat.  (Silahkan baca buku “Cinta harus tangguh, karangan Dr. James Dobson untuk lebih lengkapnya.”)

 

Sebagai ganti memohon, meminta, meremas tangan seperti anak anjing, Anda sebagai partner yang menderita harus tampak tenang dan meyakinkan. Kata kuncinya adalah keyakinan. Tingkah laku Anda harus mengatakan, ”Saya percaya diri. Saya tidak takut lagi. Saya dapat mengatasinya, tidak peduli hasilnya. Saya tahu sesuatu yang tidak akan saya bicarakan. Saya sudah menjalani hari-hari menyedihkan dan penuh dengan air mata. Allah dan saya dapat mengatasi apapun yang ditempatkan hidup ini di jalan saya.”

 

Apakah ini selalu berhasil…..? Jawaban sejujurnya…. tidak selalu. Tetapi yang pasti adalah hati nurani kita akan tetap bersih dan memang…. hidup harus terus bergulir.

 

Jadilah seorang pemenang bahkan lebih dari pemenang dalam setiap situasi kehidupan.

Salam Hikmat, Bertindak dengan Bijaksana. (Ong Budi Setiawan (OBS))

Halaman Berikutnya »